Jumat, 07 Desember 2012

Semua Indah Pada Waktunya Part III

Shera terus berpikir dalam benaknya saat ini . Bagaimana bila dio benar benar meninggalkannya di saat saat yang seperti ini . yaa shera cuma hanya bisa menerima keadaan yang seharusnya tidak seperti ini . Dio terus melontarkan perkataan seperti ini " aku tak tau apa yang harus aku lakukan . kebingungan masih saja ada dalam di benakku " . Hari demi hari telah dilewati shera . shera membayangkan bagaimana jika dio benar meninggalkannya . Ponsel shera berdering . ternyata pesan singkat dari Dio . " Aku tidak jadi pergi " . 

Pada saat itu shera tersenyum melihat isi pesan singkat dio tersebut . " Mengapa ? " Jawab shera . "Aku lebih memilih untuk tinggal disini bersama orang yang aku sayang dan untuk orang yang sayang denganku " . Kalimat itu membuat shera tenang . Hingga pada suatu ketika, dio pun berencana untuk menghampiri shera. dan rencana itu pun terjadi . Dio langsung berhadapan dengan shera seolah-olah ingin mengatakan suatu hal. tiba-tiba muncul sebuah kalimat yang terlontar dari bibir dio . " Shera, do you wanna be my girlfriend ? " . Pertanyaan dio sempat membuat shera tak berkutik . antara percaya atau tidak . " aku sayang kamu, apakah kamu ingin menjadi miliku ? " Muncul lagi pertanyaan dari bibir dio yang sempat membuat shera speechless . Shera ingin segera memberi jawaban atas pertanyaan dio, tapi entah mengapa bibir shera seperti terkunci rapat-rapat dan susah untuk menjawabnya padahal dalam benaknya ia ingin cepat-cepat mengatakannya . Shera menarik nafas dalam-dalam kemudian mencoba menjawabnya dengan tenang . "Iya, aku mau karna aku juga sayang kamu" . yaa kalimat itu akhirnya dapat di lontarkan oleh shera . Beberapa hari, telah dilalui shera bersama dio . Walaupun bisa dikatakan hubungan mereka masih terlalu muda .

Hingga suatu saat, shera menemukan suatu hal yang membuatnya merasa tidak yakin akan perkataan dio semalam waktu itu . dio masih berhubungan dengan rere. sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah bagi shera . Namun, shera minta satu hal jika perkataan dio semalam itu membuat dio terpaksa atau seolah ingin menunjukan sesuatu tanpa sepengetahuan shera, lebih baik dio meninggalkan shera karna itu lebih baik .akan tetapi dio selalu memberi alasan-alasan yang membuat shera percaya kepadanya. Ada saja hal yang ngebuat shera terus berpikir negatif namun shera mencoba untuk menghilangkan pikiran tersebut dan percaya kepada dio .ada suatu kalimat dari dio yang membuat shera bangga mempunyai dio yaitu " rasa sayangku padamu tulus dan aku tidak peduli dengan semua perkataan orang lain. aku akan coba sebisa mungkin untuk membuatmu percaya padaku dan aku sama sekali tidak mempunyai niat seperti yang kamu bayangkan ". dan jikalau nanti suatu saat sesuatu hal yang tidak diinginkan shera terjadi, shera akan menerima walaupun itu berat .Mencoba menerima keadaan dengan rendah hati walaupun itu sangat menyakitkan , itu lebih baik . percaya kalau semuanya itu pasti akan indah pada waktunya :))


creatived by : @orynadelina

Semua Indah Pada Waktunya Part II

Selang beberapa bulan shera tidak bersmsan dengan dio . dalam hati shera ada rasa yang tercampur aduk antara marah namun sebenarnya tidak harus marah, antara sedih yang seharusnya tidak harus sedih, antara gundah yang seharusnya tidak harus gundah. Ada hasrat shera untuk bersms dengan dio namun, shera menahan itu untuk tidak mengganggu dio lagi . akan tetapi itu ternyata membuat shera menjadi ada rasa rindu kepadanya. dan shera seperti biasa hanya bisa berusaha untuk membuang rasa itu.

Malam harinya tiba-tiba saja ponsel shera berdering tanda sms masuk. Entah apa yang harus dirasakan shera saat membaca sms itu sedih kah ? senang kah ? marah kah ? perasaan itu muncul terus-terusan dalam benak shera. “Shera !” itu sms yang dikirimkan dio kepadanya. shera pun membalas pesan singkat tersebut dengan segera. Menurut dio sms shera tidak seperti biasanya. Shera sadar akan hal itu karena shera tidak ingin menaruh harapan lebih padanya.Selang beberapa hari shera dan dio bersmsan membuat shera yang tadinya berubah sikap menjadi biasa saja dengan dio. Shera sudah mulai merelakan dio kepada rere.

Kondisinya menjadi kembali seperti semula . shera dan dio masih suka bersmsan walaupun tidak sesering dahulu. Sampai suatu ketika, sekitar sebulan lebih shera mendapatkan pesan singkat dari dio, dia bilang bahwa dia telah memutuskan hubungannya dengan rere. Jujur dalam hati shera tidak percaya akan hal itu. Entah harus bagaimana yang harus dirasakan shera ? namun keesokan dan keesokan harinya seolah olah ketidak percayaan shera tersebut menjadi kenyataan. Ternyata dio tidak benar benar memutuskan hubungannya dengan rere. Sedih ? apakah shera harus sedih akan hal itu ? atau senang ? shera kembali tidak mengetahui apa yang harus sebenernya dia rasakan. Dio menjelaskan semuanya mengapa dia melakukan hal itu . ada suatu hal yang membuat dio melakukan hal tersebut. ya seperti biasa shera hanya bisa menerima hal itu . shera juga mulai berpikir lebih lagi sehingga bisa membuatnya menerima semua alasan yang diberikan oleh dio.

Kondisi kembali seperti biasa kembali, shera masih berkomunikasi dengan dio walaupun tidak terlalu sering. Ada saja kalimat yang diberikan oleh dio yang membuat shera menjadi masih menaruh harapan lebih kepadanya. shera sengaja untuk tidak menggangu dio, namun entah secara kebetulan atau tidak, setiap shera memikirkannya, dio selalu menyampaikan pesan singkat kepadanya. sampai suatu ketika dio mengirimkan pesan singkat kepada shera “ jika aku tidak bersama rere, apakah kamu ingin jadi miliku?”. Pertanyaan tersebut membuat shera menjadi bingung. Shera pun kemudian membalasnya. “akan tetapi kenyataannya tidak seperti itu.” Sama seperti kenyataannya.

Shera hanya bisa berpikir sampai kapan kondisinya harus seperti ini. ya hanya waktu lah yang bisa menjawab. Shera hanya bisa menjalankannya yang seharusnya dia jalankan. Selang sebulan lagi, shera mendapatkan kabar sendiri bahwa dio telah memutuskan hubungannya dengan rere. Awalnya shera tidak percaya akan hal itu, karna dio dan rere menjalankan hubungan yang tidak sebentar. tapi alasan dan bukti-bukti yang diberikan oleh dio membuat shera menjadi percaya. Hari demi hari berlalu shera dan dio masih seperti biasa berkomunikasi namun kali ini dengan sering.

Sampai suatu ketika, dio belum juga menyatakan perasaannya kepada shera. Dio seolah-olah melakukan suatu cara untuk menyatakan perasaannya dengan cara yang sangat berbeda, namun, ditunda . Dan itu membuat shera menjadi sangat bingung. Hari demi hari berlalu dengan cepat, ada rasa yang mulai timbul dalam diri shera kepada dio. Sama seperti rasa dio kepada shera seperti yang diutarakan oleh dio.

Pada sore hari, ponsel shera berdering tanda pesan singkat dio. Shera pun membacanya “ besok atau lusa aku pergi.” Dalam benak shera penuh dengan tanda tanya. Apa maksud dari pesan singkat dio tersebut? apakah itu tandanya dio akan meninggalkan shera disaat seperti ini ? dio harus pergi ke suatu tempat untuk menginap disana selamanya karna suatu hal. Jujur shera terkejut dan sedih akan hal itu. Namun, itu semua adalah keputusan dio. Shera ingin melarangnya, tetapi shera sadar walaupun dia melarang dio untuk pergi pasti dio juga akan pergi.

Malam harinya, dio berbicara dengan shera akan hal tersebut. shera hanya bisa menjawab “keputusan ada di tanganmu.” Dan kini dio lah yang menjadi kebingungan akan hal tersebut. teman-teman shera yang mendengar pembicaraan antara shera dengan dio mengucapkan sepenggal kalimat kepada dio. Dan itu membuat dio sangat terkejut dan terdiam beberapa saat. Dio menyadari akan hal yang diucapkan oleh teman-teman shera. “ingin sampai kapan kalian begini terus? Terus dengan kondisi seperti ini. “ kalimat tersebut yang membuat dio menjadi terngiang ngiang di telinganya . Dio hanya bisa berkata “maaf, maaf shera .. disaat kamu telah mempunyai rasa padaku, aku malah meninggalkanmu. Aku tidak bermaksud seperti itu . tetapi keadaan lah yang memaksa.” Shera menarik napas dalam dalam tanpa bisa mengungkapkan sepatah kata pun. Shera kembali membuat suasana seperti semula. “ya sudah kamu tidak perlu memikirkan kata-kata temanku itu ya :) “. Mau baik atau buruk keadaannya nanti akan diterima shera apa adanya bukan ada apanya (hihihi) .

Creatived by : @orynadelina

SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA part I

Pada suatu hari seorang gadis (sebut saja shera) sedang merebahkan tubuhkan di atas kasurnya nan empuk, dan segera mengambil ponselnya karna terdengar suara bunyi sms. Shera pun kemudian membuka sms tersebut. “wah , dia sms ;) “ senangnya dalam hati. Shera pun kemudian segera membalas sms tersebut. Ternyata shera sedang menunggu sms dari seseorang itu. Selang beberapa jam mereka smsan ternyata membuat shera merasa comfort dan senang sekali saat dia bersmsan dengan seseorang itu. Shera telah mengenal seseorang tersebut (sebut saja dio),kira-kira sudah 2 minggu. Shera mengenal dio dengan cara yang tidak di sengaja. Melalui sebuah jaringan internet yang sedang ngetrend di jaman yang makin canggih saat ini, shera mengenal dio. Entah kenapa saat shera mengenal sosok dio, shera merasa sangat nyaman. Padahal shera belum mengenal dio secara lebih jauh.

Sekitar sudah 3 minggu berlalu shera pun berniat untuk betemu dengan dio di salah satu tempat. Dan rencana itu pun terlaksana. Shera bertemu dio di salah satu tempat makan. Shera merasa satu jam berlalu bersama dio pasti membuat dio sangat bosan kepadanya. Terang saja shera merupakan tipe gadis yang pendiam apabila bertemu dengan orang yang baru mengenalnya. Tapi shera berusaha untuk membuat suasana pada saat itu tidak terasa bosan. Dan akhirnya berhasil walaupun shera merasa pasti ada rasa bosan di dalam benak dio. Namun , dio yang malah menyangka kalau shera lah yang merasa bosan. “knp?bete ya?” katanya. Shera pun langsung mengenggakan pertanyaan yang dilontarkan oleh dio sambil tersenyum manis. Moment pertama bertemu dio pun berakhir tepat 2 jam. Shera pun pulang dan dio pun juga pulang. Perpisahan pada saat itu ditutupi dengan senyum manis shera dan dengan sikap cuek dio yang khas.


Ketika sampai di rumah, shera pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuknya. Shera hanya bisa tersenyum kecil mengingat kejadian pada saat bertemu dio tadi. Tiba-tiba terdengar bunyi suara sms ponselnya shera. Shera bergegas mengambil ponselnya dan membaca smsnya. “thanks yaa” itu adalah kalimat smsnya yang tak lain dari dio. Shera pun kembali tersenyum kecil sambil membalasnya. “sama-sama . mestinya aku yang bilang makasih. Maaf sudah membuatmu bosan tadi” balas shera. Senang shera karna dia mengetahui bahwa dio sama sekali tidak merasa bosan pada saat itu terhadapnya. Shera sudah menjelaskan kepada dio kalau dia tipe orang yang pendiam dan pemalu. Dan dio meresponnya dengan positif.

Malam harinya shera pun membuka laptopnya dan dia memasang sebuah lagu yang pernah dio beri kepadanya. Lagu itu berarti dalam buat shera. Shera seperti biasa hanya bisa tersenyum kecil apabila mendengar lagu itu. Tiba-tiba terpikir suatu hal yang membuat shera sangat takjub. Dio adalah seorang pria yang tidak sedang sendiri. Dia sudah menjalani sebuah hubungan dengan seorang gadis (sebut saja rere) yang tidak sebentar. Dio pernah mengatakan bahwa hubungannya dengan rere dalam keadaan kritis. Sebenarnya shera dari awal tidak berharap lebih darinya. Namun sikap dio lah yang membuat shera sehingga berharap lebih padanya. Ada saja kata-kata atau kalimat yang dilontarkan dio dan membuat shera begitu yakin.

Selang satu bulan, shera telah mengenal dio dan jujur shera sudah ada rasa kepada dio sama seperti apa yang dio kaatakan kepadanya. Dalam satu bulan tersebut tidak berjalan mulus. Ada aja hal yang bikin shera sakit hati kepada dio. Dan itu tidak terjadi hanya satu kali. Bisa dua, tiga, atau empat kali. Namun tidak tau kenapa dio selalu menjelaskan semua perkara itu dengan jelas dan membuat shera mau untuk memaafkannya.Hingga pada suatu ketika, shera pun mulai bertanya kepada dirinya dan kepada teman-temannya. Sebenarnya apa maksud dan tujuan dari bertemunya antara dia dengan dio. Teman-teman shera banyak yang berpendapat negatif tentang hal itu. Namun entah kenapa shera hanya bisa terus berpendapat positif tentang hal itu.

Saat mata kuliah jam kedua berlangsung, tiba-tiba ponsel shera bergetar tanda sms masuk. Shera pun segera membacanya. Betapa kaget,takjub,shocknya shera ketika membaca sms yang tak lain adalah dari dio. Pikiran shera pun menjadi sangat buyar. Dia merasa tidak sangat terima akan apa yang dio katakan selama ini kepada shera. “apa maksudnya dari semua ini?? Kenapa jadi seperti ini??” pikir dalam hati shera. “kita jadi teman saja ya, aku mau kembali mencoba untuk berubah dan membuat diriku supaya hubunganku dengan rere baik-baik saja. Aku yakin kamu pasti bisa menemukan seseorang yang lebih baik daripada aku” itu adalah statement yang diberikan oleh dio. Sebenarnya jika pada awalnya dio membuat keputusan seperti itu, mungkin shera tidak sesakit seperti sekarang . Waktu itu, Shera pernah berniat untuk menjauh dari dio karna shera merasa tidak punya hak akan itu. Namun kenapa dio mengelak dan membuat shera mengurungkan niatnya.

Awalnya, shera merasa tidak terima akan keputusan dio. Shera terus melontarkan kalimat-kalimat yang pernah dio lontarkan selama 1 bulan ini kepadanya. Dio sempat berubah pikiran akan keputusannya itu.” Yasudah aku pilih kamu, tapi apa kamu bisa jamin akan hal itu?” jawab dio. Dan jujur dalam hati shera sangat senang sekali. Namun shera terus berpikir dengan baik dan dengan kepala dingin. Shera pun kembali meminta pendapat kepada teman-temanya. Seperti biasa teman-teman shera berpendaat negatif tentang hal itu. Namun shera selalu saja berpendapat positif. Dan pada akhirnya shera sudah memutuskan suatu keputusan yang membuatnya sangat sakit hati namun mau tidak mau shera harus bisa. “iya, kita memang lebih baik jadi teman saja. Terima kasih atas selama ini. Keputusanmu sangat baik. Kamu memang tidak boleh menyakiti orang yang lebih mengenalmu lebih lama, dan harus menyakiti orang yang baru saja kamu kenal.walaupun berat tetapi tetap aku terima ;)” itu adalah kalimat sebuah keputusan shera yang sangat berat dan ditujukan kepada dio. Mengalah demi kebaikan bukan berarti kalah. Hanya dengan sikap rendah hatilah masalah itu pasti akan selesai walaupun berat dan sakit hati.ada suatu kalimat yang membuat shera lebih tenang yaitu SEMUANYA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA !

Creatived by : @orynadelina