Kamis, 13 Juni 2013

Forget and Go Ahead

Aku termenung sejenak dengan lamunanku disaat kala hujan turun atau dikala orang-orang sedang sibuk dengan pekerjaannya. lalu aku? aku hanya menikmati lamunanku saat ini. terasa sangat banyak sekali benalu-benalu dalam pikiranku ini yang seharusnya mungkin aku bisa singkirkan. sejenak aku menegukan secangkir milo hangat yang membuat pikiranku agak sedikit tenang. oh shit! situasi menjadi ramai. aku benci keramaian. entah kenapa aku benci banyak orang berlalu lalang di depanku. rasanya aku ingin teriak dan berkata:

" Hey, lo semua. bisa gak sih diem?"


hah, itu hanya gerutuku dalam hati. kalau aku bicara seperti sambil teriak bak seperti rambut di kepalaku nyaris copot bisa-bisa langsung dipecat aku dari sini. aku kembali termenung dalam lamunanku. aku berpura-pura mengotak-atik laptop-ku seakan ingin dilihat terasa sibuk padahal sama sekali tidak ada kesibukan. satu hal yang mulai terpikir. lebih baik aku mengotak atik blog-ku. mempercantuk blog-ku dari pada aku terus terjerumus sama pikiran ku ini yang tidak karuan. seketika aku mengotak-atik blog-ku, muncul suatu inspirasi dan langsung ku tuangkan dalam bentuk suatu karangan. suara ketikan laptop-ku ini ku jadikan seperti backsound-nya karanganku ini dan jemari-jemari ku menari di atas laptop.


Telingaku seperti dihantui oleh kata dan ucapan yang pernah di lontarkan olehnya. Demi Tuhan! dalam hati ini rasanya geram. kadang aku suka tertawa geli akan sikapku sendiri. aneh. tapi ya aku bingung jenis penyakit apakah yang ada dalam diriku. pengen rasanya teriak dan bilang


"GUE BENCI LO NYEBUT KATA ITU"


Mulut rasanya tertahan sesaat aku melihat wajahnya. serius aku gak bisa marah walaupun rasanya ingin marah akan tetapi tidak bisa saat aku mulai menatap wajahnya. huh..

Mungkin yang ku maksudnya ini bukan kata. namun nama. nama seseorang. Demi Tuhan! aku benci saat mulutmu keluarkan nama itu. mungkin bisa dibilang kebencian ku ini sudah melebihi batas kewajaran. ya Tuhan, aku mohon ampun dan segeralah hapuskan rasa kebencian ini. benar-benar gak jelas penyakit apa ini? bisa-bisa psikiater akan mencariku nih. (TIDAK..!)

ah.. sudahlah aku kembali tertawa geli akan sikapku ini. apa sih? kenapa sih? dan sekarang forget and go ahead! aku yakin dan percaya tujuannya hanya untukku dan cuma untukku. Believe and Trust. 


kemudian aku meneguk milo hangat dan oreo dua bungkus menghangatkan pikiranku :)