Senin, 16 November 2015

Rindu dan Hujan

Hujan itu Rindu dan Rindu itu Kamu




Huuhhh..

Denyut jantung ini rasanya berdetak lebih cepat dari biasanya..
entah apa tandanya itu.
Mungkin karna aku rindu..

Rindu..
Sepenggal kata yang singkat yang mungkin bisa terjadi pada setiap orang. Rindu itu curang. Iya dia sangat curang. Selalu bertambah tanpa tahu bagaimana caranya untuk bekurang. Rindu itu curang kenapa harus kamu dan kamu yang selalu mengambil bagian dalam kerinduanku.

Aku benci kamu dan rinduku. Kalau aku boleh memilih kenapa harus kamu yang aku rindukan. Aku benci kamu yang selalu membuatku rindu. aku benci rinduku yang telah ku berikan kepada dirimu. kadang rinduku ini juga yang menjadi sangat egois. rindu ini terus dan terus memberikan kerinduan untukmu.

Kadang aku berpikir, ya Tuhan kenapa harus dia yang aku rindukan. kenapa terlalu sakit untuk menyimpan rindu untuknya? bisakah Kau hapus rinduku ini? sedetik saja Tuhan. hidup ini tidak adil! hanya bisa menyaksikan setiap lembar kerinduan yang tumbuh. ah tapi aku juga tidak boleh terlalu munafik untuk berkata kalau aku tidak merindukannya.

Hujan..

Menurutku hujan yang mesra itu, akan terasa lebih indah, jika kita bisa menikmatinya dari jendela yang sama. Aku selalu bahagia ketika mencium aroma hujan yang membasahi tanah kering. Hujan membuat segala rindu ini menjadi tumbuh dengan seenaknya! tanpa pikir panjang dan membuat denyut jantung semakin cepat! ahh aku rindu hujan dan kamu!

Intinya, aku tak peduli. tak peduli. yang penting aku rindu kamu! kini aku menjadi manusia yang sangat egois. kembali lagi kepada sumber utama rindu. Aku tahu Tuhan, Kau lah yang membuat rindu ini ada. rindu ini ada untuknya. untuk dirinya. aku tak menyesal. tak ada rasa menyesal sama sekali. buatlah aku menjadi manusia yang tidak egois. biarlah cukup rinduku saja yang egois! 

Hey kamu, aku rindu! aku rindu hujan juga dan aku benci kamu!

Tak perlu lagi menyibukkan diri untuk menghapus rindu. karna yang ku tahu, semakin kau berusaha menghapusnya, malah akan semakin bertambah. dan sekarang ku relakan segala rindu ini kuberikan untukmu, sampai pada akhirnya aku tahu kemana rindu ini akan berlabuh.



- Kamu & Hujan -