Senin, 05 Desember 2016

TENTANG WAKTU



Kalau pun kamu ditanya “apa yang dapat membuatmu bertahan?” pertanyaan itu bersifat universal menurutku. Lalu kamu bertanya lagi “bertahan untuk apa? Bertahan dari apa?” bertahan adalah suatu kondisi dimana kamu harus mempunyai jiwa yang sangat dan teramat kuat. Bertahan dari suatu kondisi dimana orang-orang sekelilingmu mengatakan “udahlah ngapain sih harus terus bertahan?”.  Aku pernah dengar kalimat dari orang bijak, tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Mungkin disini bisa dijelaskan kalau bertahan itu di ibaratkan asap dan api itu di ibaratkan sebagai alasan. 

Aku meneguk teh manis hangat yang telah ku buat tadi pagi sesampainya di kantor. Membuat jari ku menari-nari di atas keyboard laptopku. Bertahan untuk apa? Bertahan dalam suatu kondisi yang memang harus membuatmu untuk bertahan dan dimana pasti akan ada pro atau pun kontra atas alasanmu bertahan. Menurutku tidak mudah untuk bertahan bagi seseorang apabila orang tersebut tidak punya alasan yang kuat untuk bertahan. Aku punya alasan yang kuat mengapa aku harus bertahan. Harus mempunyai pondasi yang kokoh, harus bisa menerima komentar negatif. Dan lagi lagi jika kamu ditanya “sampai kapan kamu harus bertahan?” hanya dirimu yang tahu. Kalau aku? Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai Tuhan bilang berhenti dan sampai memang sudah ada alasan yang kuat lagi untuk bertahan.

Aku kembali meneguk teh manis ku. Aku terkadang egois. Aku selalu apa pun yang menjadi inginku itu harus terpenuhi. Tapi ternyata aku salah. Tidak semua orang harus menuruti apa inginku, tidak semua hal harus menjadi inginku. Bahkan diriku sendiri tidak bisa menuruti apa inginku. Life teached me. Kalau ada pertanyaan sekarang yang muncul di hadapanku seperti ini, “apa yang kamu butuhkan saat ini?” aku membutuhkan, time machine. Iya, aku butuh itu. Walaupun aku sadar kalau waktu itu tidak bisa berjalan mundur. Tapi aku butuh itu. Aku butuh sekali. Bisa kah ada seseorang yang meminjamkan itu padaku? Sebentar saja dan aku janji aku akan segera mengembalikannya. Sekedar hanya ingin diam beberapa detik saja disaat moment yang pernah membuatku bahagia saat itu. Iya hanya pada saat itu. Kembali tersenyum, dan setidaknya aku  bisa merasakan rasa sedih, bahagia, terharu saat itu. Terima kasih atas segala saat-saat bahagia yang pernah aku rasakan saat itu. Aku rindu. Satu hal yang harus kamu tau, aku benci rindu. Tapi kembali lagi, aku tidak bisa menuruti inginku untuk kembali pada saat itu. Karena waktu tidak bisa berjalan mundur. 

Time flies so fast. Percaya atau tidak waktu pasti berjalan sangat cepat, disaat kamu merasakan bahagia. Satu tahun bisa seperti satu detik. Aku belajar tentang betapa berharganya waktu. Aku belajar tentang betapa berharganya meluangkan waktu untuk memberikan senyuman, pelukan atau ciuman. Tidak usah menunggu hari esok. Bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang? Karena bila esok tak pernah datang, kamu pasti akan menyesali hari.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, “Terima Kasih” atau “Aku tidak apa-apa”.

Dan bila esok tak pernah datang, kamu takkan menyesali hari ini.

Rabu, 09 November 2016

THE READING ROOM



Sabtu pagi. Di hari weekend ku seperti biasa aku merebahkan tubuhku di sofa ruang tamu sembari menyalakan televisi. Ketika aku sedang sibuk mengganti channel televisi, tiba-tiba aku menemukan salah satu channel televisi yang menarik perhatianku seketika. Sejenis acara seperti "Weekend List" dimana kamu tidak pusing-pusing untuk mencari tempat hangout bersama keluarga, sahabat atau pun pacar.

Tepat pada hari itu, kebetulan aku sangat tertarik dengan tempat yang ditayangkan di acara tersebut.

"Seru banget tuh. Kesana yuuu" kataku kepada adik perempuanku.

"di daerah depok margonda tapinya" lanjutku. Adikku sembari melihat ke arah televisi.

"ayoo aja, naik apa kesana?" jawabnya.

"gampang itu. oke nanti deh minggu depan" gumam ku.

Bentuknya seperti perpustakaan, tapi bisa juga dibilang  cafe. Cafe with Libary & Book namanya di daerah Margonda/Depok. Disana kamu bisa membaca buku sambil menikmati makanan atau minuman yang telah disediakan di Cafe tersebut. Wah, rasa penasaranku semakin bertambah.

Dikarenakan aku yang ngekost di daerah jakarta selatan dan hanya tiap weekend aku pulang ke citereup-bogor, aku makin tidak sabar ingin segera menikmati cafe tersebut. dan ternyata salah satu teman kantorku bilang ada cabang seperti cafe buku di daerah margonda tersebut. letaknya berada di daerah kemang. dan aku makin tidak terima dengan rasa penasaranku ini.


Malam hari. Di kostku, aku merebahkan badanku di kasur kamar. Aku yang teringat dengan cafe buku itu langsung segera meraih handphone ku dan mulai mencari tahu menggunakan Mbah Google hehe. dan dapaat!!!

The Reading Room nama tempatnya. dari gambar yang ku dapat tempatnya sangat membuatku amat dan teramat tertarik. aku pun segera mengajak dua teman kantorku melalui chat di aplikasi whatsapp. mereka berdua merespon ku dengan baik dan berencana besok sepulang kantor kami akan kesana.

Esoknya sepulang kantor, ternyata hujan diluar sangat deras. Tapi itu tidak membuat kami pantang menyerah. Kami memilih tetap pergi kesana menggunakan salah satu kendaraan online. Hujan dan macet pada saat itu ternyata tetap tidak dapat bisa mengurungkan niat kami. walaupun sempat kebingungan mencari alamatnya, alhasil kami pun menemukannya. alamat lokasi nya berada di Jalan Kemang Timur No.57, Jakarta Selatan.

Karna perut kami yang lapar, kami pun memesan makanan dan minuman terlebih dahulu sebelum menikmati buku-buku yang telah disediakan di rak-rak yang telah disusun sangat rapi. Makanan dan minuman disana disediakan dengan harga yang terjangkau. sekitar Rp.30.000 keatas. Kami memilih makan nasi goreng seafood, ice tea, dan teh tarik. makanan dan minumannya pun tidak kalah enak dengan tempatnya loh. Benar-benar rekomendasi tempat yang tepat untuk kamu yang pencinta buku atau sekedar ingin membaca buku, chitchat bersama keluarga, teman dan pacar.

Reading books makes you better
 
Tempatnya bersih dan nyaman. Tenang banget sambil baca buku di The Reading Room ini.

Masih penyuka buku. Bisa jadi akan pencinta buku
Penampakan di The Reading Room

Buku-buku yang tersusun rapi membuat jiwa sang pencinta buku semakin betah berlama-lama untuk membaca buku.


There is no friend as loyal as book



Penampakan pintu masuk The Reading Book



Penampakan pintu keluar The Reading Book
Gimanaaa??? yang udah mulai penasaran, ayo buruan datang aja ke The Reading Room. Tapi hati-hati ketagihan yaaa hehe. Btw, for your information aja nih ya. pertama, tempat makan temenku itu ketinggalan di kendaraan online pas berangkat ke The Reading Room. Dia langsung curhat ke aku besok nya dan kedua mungkin suara kami yang terlalu kencang. kami ngobrol serasa itu ruangan punya kami hahahaha *ga penting ya* ^-^


Spread your love!

Rabu, 02 November 2016

Thank You For Being Her Inspiration



First, He is so annoying.

He always disturb her with his stupid things.

then, he makes her falling in love with him.

He makes her so happy.

He is a man who makes her smile.

He makes her laugh and more!

She loved him.

He protected her in the good or bad situation.

He promised her that he wont leave her no matter what.

She keep his promises.

She is so happy and tell to the world that she is the happiest girl in the world.

But, he broke his promises....

Thank you

She thank you for make her laugh when she doesnt even want to smile.

She thank you for his arms so she can lying in his arms.

She thank you for warm kissess and hug.

She thank you for his time to listened her story.

She thank you for spend his time to be with her together.

She thank you for all the tears and the happiness.

She thank you for loving her.

She thank you for let her go.

and the last...

Thank you for being her inspiration.

She loved him.