Selasa, 02 Mei 2017

Kutipan Penggugah Hati M.A.W Brouwer dan Pidi Baiq

Kalau kamu tahu dan kenal aku, pasti kamu tahu kalau aku itu orang penasaran. Pokoknya apapun yang aku inginkan itu harus tercapai mau bagaimana pun caranya. Egois sih. Akan tetapi percaya deh kamu pasti akan mendapatkan kepuasan tersendiri ketika kamu sudah menggapainya.

Minggu pagi, aku berangkat ke Bandung dan tahu gak apa yang membuatku penasaran? aku penasaran dengan kutipan tulisan dari  M.A.W Brouwer dan Pidi Baiq yang letaknya di jembatan penyebrangan berwarna putih Jl. Asia Afrika Bandung. Bukan sekedar kutipan biasa. Menurutku, kutipan tersebut benar-benar menggugah hatiku.

Aku mau sedikit cerita mengenai M.A.W Brouwer. M.A.W Brouwer lahir 14 Mei 1923 - 19 Agustus 1991. Wah beliau wafat di tahun aku lahir ternyata hehe. Beliau seorang psikolog dan budayawan warga negara Belanda yang lama tinggal di Bandung, mengajukan menjadi WNI namun gagal alias ditolak hingga akhir hayatnya. Jasadnya, telah berpulang di negrinya, Belanda.


Kutipan penggugah hati

Aku setuju dengan kutipan M.A.W Brouwer, menurutku Bandung itu kota yang sangat romantis. Aku malah ingin sekali tinggal disana suatu saat nanti. Pemandangannya yang indah dan hawa nya sejuk. Apalagi disaat hujan turun. Ah.. kota yang romantis menurutku. Selain itu, masyarakatnya yang ramah dan memiliki nilai-nilai religius.

Ada lagi kutipan dari Pidi Baiq. Aku yakin kamu pasti mengenalnya. Pidi Baiq Sang Penulis buku "Dilan". Aku sudah baca novel karyanya itu. Dari awal bagaimana Dilan bertemu dengan Milea sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menemukan jalan mereka masing-masing. Novel karya Pidi Baiq tersebut teramat teromantis. Setiap wanita aku yakin pasti ingin sekali mempunyai kekasih seperti Dilan hihihi. Habisnya, Dilan romantis sih.....

Kutipan yang teramat romantis


Tuh kan.. sangat teramat romantis. eh aku baru tahu ternyata itu merupakan kutipan dalam lagunya The Panas yang dinyanyikan Pidi Baiq sendiri loh. Begini kurang lebih liriknya :

"Dan Bandung, bagiku bukan cuma urusan wilayah belaka... Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi..".
"Mungkin, Bandung di ciptakan ketika tuhan sedang tersenyum..."
"Mungkin saja, masih ada tempat yang lainnya.. ketika ku berada di sana.. akan tetapi perasaanku sepenuhnya ada di bandung, yang bersamaku ketika Rindu.."

Virus-virus Bandung kini telah menjalar di seluruh tubuh dan perasaanku ternyata. Huh, pokoknya aku ingin suatu saat nanti aku bisa tinggal disana. Gak mau tau..

Buat kamu yang punya rasa penasaran seperti aku, coba kalau ke Bandung menyempatkan untuk kesana ya hehehe.
MAW Brouwer (lahir 14 Mei 1923-19 Agustus 1991) seorang psikolog dan budayawan warga negara Belanda yang lama tinggal di Bandung, mengajukan menjadi WNI namun gagal alias ditolak hingga akhir hayatnya. Jasadnya telah berpulang di negerinya, Belanda.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/indie_reviany/maw-brouwer-bumi-pasundan-lahir-ketika-tuhan-sedang-tersenyum_54f68780a333112e068b504d
MAW Brouwer (lahir 14 Mei 1923-19 Agustus 1991) seorang psikolog dan budayawan warga negara Belanda yang lama tinggal di Bandung, mengajukan menjadi WNI namun gagal alias ditolak hingga akhir hayatnya. Jasadnya telah berpulang di negerinya, Belanda.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/indie_reviany/maw-brouwer-bumi-pasundan-lahir-ketika-tuhan-sedang-tersenyum_54f68780a333112e068b504d
MAW Brouwer (lahir 14 Mei 1923-19 Agustus 1991) seorang psikolog dan budayawan warga negara Belanda yang lama tinggal di Bandung, mengajukan menjadi WNI namun gagal alias ditolak hingga akhir hayatnya. Jasadnya telah berpulang di negerinya, Belanda.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/indie_reviany/maw-brouwer-bumi-pasundan-lahir-ketika-tuhan-sedang-tersenyum_54f68780a333112e068b504d