Kamis, 20 September 2018

Sumatera Overland: Sebuah Catatan Perjalanan Dari Jalanan Lintas Timur

Kali ini aku lagi ga nulis cerpen dulu ya. Kali ini aku ingat kalau aku mau share pengalaman aku waktu libur panjang lebaran kemarin dan baru sempat hari ini hehe dikarenakan Blog aku ini baru aktif lagi dan memang aku lagi mood buat nulis :)

Liburan aku kemarin berbeda dengan biasanya loh. Sebenarnya ini sudah direncanakan dari tahun lalu. Aku pingin banget untuk pulang kampung tetapi untuk liburan. Aku kalau pulang kampung dulu selalu dikarenakan ada acara khusus jadinya ga ada waktu untuk liburan. Nah, aku pingin aku pulang kampung itu untuk liburan sekaligus Ziarah ke Makam Opungku. Semenjak Opung ku meninggal aku belum pernah sama sekali untuk Ziarah, maka dari itu aku pingin sekali.

Awalnya Mama dan Papaku agak ragu untuk pulang kampung. Selain karena ongkos yang memang ga murah juga diperlukan waktu yang lama. Tapi, aku dan adik-adikku memberi saran kalau kami pulang kampung via darat saja. Dan setelah di diskusikan secara matang-matang, akhirnya kami memutuskan untuk pulang kampung via darat waktu libur lebaran kemarin. 

Kalian tau ga bagaimana rasanya Pulang Kampung via Lintas Darat? Seruu bangeetttt dan capek nya memang maksimal sih hehe. Oh iya aku belum kasih tau kalau kami pulang kampung ke kampung Mama ku di Porsea dan kampung Papaku di Lintong Ni Huta, Sumatera Utara.

Berapa hari untuk sampai tujuan?
Tiga hari tiga malam. Waw... pokoknya rumah kami itu ya di Mobil. Mau mandi kami harus mencari tempat makan yang menyediakan untuk mandi atau kami mandi di Pom Bensin. Pernah waktu itu kan, karena memang udah seharian ga mandi dan badan sudah ga enak banget, aku harus mandi. Kami dapat Pom Bensin dan air nya rada gimana gitu ya. Kalau ga salah pas kami udah di Palembang. Mau gimana lagi, dari pada badan lengket jadi terpaksa mandi. Walaupun rada menyesal untuk mandi juga akhirnya hiks.

Daerah mana saja yang kami lewati?
Untuk rute pertama, kami harus menyebrang di pelabuhan merak. Setelah itu harus melewati Lampung, Palembang, Jambi dan Pekanbaru (kayaknya ada yang kelupaan CMIIW ya hehe). Suasana jalanannya itu benar-benar kayak di hutan gitu. Kami ga boleh jalan kalau tengah malam gitu. Jadinya setiap jam 11 malam, kami berhenti untuk beristirahat dan jam 2 pagi kami berangkat lagi.

Nih, aku kasih video perjalanan kami ya..


 
 

Benar kan kata aku jalanannya kayak Hutan gitu. Mau liat lagi ga gimana penampakan aku. Tapi janji jangan diketawain ya. Ini lagi dekil banget :)



Dekil ya? hehehe maklum buat make up saja ga mood. yah palingan cuma pake lipstick sama bedak saja :)

Itinerary kami kemana saja?
Nih, pokoknya pas sudah beneran sampai di Sumatera Utara, tempat pertama kali yang kami kunjungi itu ke Danau Toba :) kami menginap semalam disana. Malam sampai dan keesokan paginya kami nyebrang ke Tomok. Ga tau lagi harus gimana mengungkapkan keindahan Danau Toba ini.


Ini pas kami di Danau Toba









Ini di Tomok, Sigale Gale





Nah habis ke Danau Toba, kami pergi ke Kampung Papa ku. Kalau disana kami pergi ke tempat wisata Sipincur, Lintong Ni Huta. Dari sana kami bisa menikmati Danau Toba Dari jauh. 


Pemandangan Danau Toba dari Sipincur, Lintong Ni Huta


Serius ini keren bangeeet!


Rute selanjutnya, kami pergi ke Kampung Mama ku di Porsea. Nah, disana kami pergi ke Pantai Bul Bul, Lumban Bulbul, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Setelah itu kami pergi ke Bukit Gideon. Di Bukit Gideon kami berenang. Indah banget berenang di Bukit Gideon.  Bisa liat air mancur langsung dan airnya, sumpah dingin banget :) Oiyaa kelupaan, kami juga pergi ke Salib Kasih loh.

Setelah hampir semingguan kami bertaman wisata, sekalian jalan pulang kami mampir ke Siantar untuk beli oleh-oleh khas Siantar Kue Ketawa dan Selai Ganda (yang katanya itu oleh-oleh terkenal khas Siantar. Ada yang tau?)

Waaawww.. perjalanan pulang tau ga mobil kami berubah jadi penuh banget sama oleh-oleh :) Intinya memang perlu nekat yang kuat dan tenaga yang kuat juga. Untung kami yang menyetir mobil ada adik ku yang cowok juga. Menurut ku sih kalau kalian ada yang mau pulang kampung via lintas timur itu harus siap dekil-dekilan, harus siap capek dan harus siap mental selama diperjalanan ya :) tapi demi apapun itu akan jadi pengalaman yang mengasyikan seumur hidup kalian :)

hmm, sekian dulu ya cerita dari aku. Kalau ada yang mau ditanyain, ayok ditanya aja. Atau ada yang mau berbagi pengalaman juga boleh. Kolom komentar aku selalu terbuka untuk kalian. 

Sampai jumpa diceritaku selanjutnya :)

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar