Kamis, 08 November 2018

Puisiku; Terbang dan hilang


Kaki yang bergetar.
Raga ini pun seketika menjadi lemas, tak berdaya.
Dengan wujud yang terlihat unik,
Tapi sebentar saja kamu bisa menjadi sosok yang menyeramkan.
Namun selalu dibutuhkan banyak orang.
Tak terkecuali denganku,
Yang dapat mengantarkan ku sampai tujuan.

Tapi mengapa?
Kamu harusnya memikirkan mereka,
Mereka yang ingin sampai tujuan.
Jangan karna kamu dibutuhkan banyak orang,
jadi kamu tinggikan ego mu.
Mungkin ku pikir kamu harus sedikit mengurangi ego mu.
Atau mungkin kamu kurang bersahabat dengan alam?
Sayapmu yang harus seimbang dengan udara.
Apa itu sulit?

Alam tidak salah.
Sayapmu tidak salah.
Kamu tidak salah.
Mereka pun tidak salah.
Jadi apa yang salah? Ku bilang sekali lagi, ego mu yang salah.
Atau aku tebak, apakah suara hati mereka tidak sampai kepadamu?
Kamu harus peka. Menurutku.

Yang berasal dari tanah, akan kembali lagi ke tanah.
Ya aku tahu..
Aku pun bahkan kita pun tidak bisa menyalahkan sang Pencipta.
Aku yakin mereka sudah terbang ke surga.
Dengan Doa yang penuh harapan,
Ku harap ada mujizat Tuhan yang hadir.
Selamat jalan..

Dan teruntuk kamu,
Ku mohon untuk kurangi ego mu dan lebih peka.
Karna kamu akan selalu kami butuhkan,
Untuk mencapai suatu tujuan.
Bertemu dengan orang yang kami sayangi,
Dikala kami terpisahkan jarak dan waku.



Sincerely me,
Jakarta, 11 Oktober 2018
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar