Selasa, 12 Maret 2019

[ REVIEW ] Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water, wanginya enak banget!

Semenjak aku suka make up, ternyata Micellar Water itu sangat perlu dan berguna banget loh. Awalnya aku ga pernah pakai Micellar Water jadi sehabis aku pakai make up, aku hanya bersihin wajahku dengan sabun pencuci muka. Ternyata itu ga bikin wajahku bersih 100% loh. Terkadang sisa mascara yang waterproof masih nempel di bulu mataku dan pas aku lagi ga sengaja kucek-kucek mataku, ada hitam-hitam gitu. Nah, mulainya pada saat itu aku mau mencoba untuk menggunakan Micellar Water sehabis aku make up seharian.

Micellar Water yang pertama aku coba itu Garnier Micellar Water Pure Active (yang kemasannya wana biru) aku pilih itu karena memang tipe wajahku itu oily skin dan Micellar Water yang warna biru cocok untuk kulit berminyak dan cendurung berjerawat 100%. Menurut ku Micellar Water ini mampuh untuk membersihkan make up aku tapi entah kenapa muka ku jadi agak sedikit berminyak.

Setelah aku menghabiskan Garnier Micellar Water Pure Active, aku ingin beli lagi Garnier Micellar Water (pink) yang sesuai untuk kulit yang sensitif, siapa tahu cocok untuk wajah aku. Eh, tapi tunggu dulu! pas aku searching aku nemu lagi Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water  (warna kuning).


Garnier Micellar Oil-Infused
Cleansing Water




Kesan pertama aku nyobain Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water, sumpah wanginya enak banget! aku ga bohong. Setelah aku tap tap Micellar Water ini ke wajah aku pakai kapas, wanginya masih terasa di hidung dan tahan lama dan wajahku ga berminyak loh!

All-in-One Micellar Cleansing Water yang ampuh bersihkan make up waterproof dan aman bagi kulit. Kombinasi dari teknologi Micellar dan Minyak Argan yang mampu menutrisi kulit. Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water ini cocok dan aman digunakan oleh semua jenis kulit karena telah teruji secara dermatologi dan ophtalmologi.







CARA PAKAI



ini hasil ketika aku wipe ke wajahku. ke angkat semuaaa make up ku!

Untuk cara pakai Garnier Micellar Oil ini agak berbeda dengan Garnier Micellar Water yang biru dan pink ya guys.

1. Shake terlebih dahulu Garnier Micellar Oil sampai Minyak Argannya tercampur (kalau kalian lihat dari gambar diatas, itu air yang warna kuning Minyak Argannya ya).

2. Setelah itu ambil kapas, lalu tuang Garnier Micellar Oil diatas kapas dan wipe secara merata keseluruh wajah kalian. (kalian bisa wipe di daerah mata bekas eyeliner/mascara dan bisa juga di wipe ke daerah bibir bekas lipstic kalian). Intinya untuk make up yang waterproof itu pasti ke angkat semua loh!

Setelah selesai, coba deh kalian tunggu beberapa menit sampai kering. Sumpah ga bohong! wanginya super duper uenakkkk! kemudian coba kalian bercermin dan elus-elus wajah kalian, mulus banget pasti! Menurutku untuk tipe wajah aku yang oily skin cocok banget dan fix aku mau terus coba Micellar Water ini. uenaakk pooolll! Recommended banget!



"Hanya dengan #shakeandwipe Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water wajahmu wangi, bersih dan mulus"



Senin, 18 Februari 2019

"Dibalik Kisah Ini, Aku Bisa Nabung"

Kalau dilihat dari judulnya, kalian penasaran gak sih? hehe. Kali ini aku mau berbagi pengalaman aku yang udah hampir sebulan yang lalu. Pengalaman yang terjadi baru sekali dalam seumur hidup aku. Kalau dibilang fatal, fatal banget sih. Apalagi kalau dalam jumlah yang besar. Kalau dalam jumlah yang kecil, aku yakin kalian gak akan seberjuang yang udah aku lakukan. Penasaran ya????

Jadi gini, aku sekitar sebulan lalu itu ada dalam masalah. Aku salah transfer :( Iya jadi kan, niatnya pas gajian itu aku mau nabung sebagian gaji aku, ke atm yang lain yang aku gunakan buat nabung (aku transfer dari Mandiri ke BCA). Aku transfer lewat M-banking Mandiri aku. Entah karna memang aku lagi banyak pikiran atau lagi capek, aku langsung transfer ke antar b ank yang ada di history M-banking aku. Karena ada nama aku di history itu otomatis aku langsung transfer tanpa cek kembali nomor rekening. Ketika transfer sudah berhasil, pas akhir aku liat bukti transfer kalau aku mentransfer ke nomor rekening yang berbeda dan bukan nama aku!!! Campur aduk perasaan aku saat itu. Kalau dibilang panik, super duper panik karna kalian tau jumlahnya itu lumayan bangett sekitar diatas 1 juta. Mau nangis, mau teriak tapi takut orang rumah pada tau. Aku jadi bersikap tenang. Masalah ini selesai hampir sebulan. Penasaran lagi ga, langkah apa yang aku ambil sampai masalahnya selesai? hehe. Aku mau share ke kalian. Kalau nanti tiba-tiba terjadi sama kalian, kalian sudah ada bayangan (tapi amit-amit ya hihi)

Berikut adalah langkah-langkah yang aku ambil :

1.  Langsung Hubungi Customer Service Bank yang bersangkutan.

Karena aku transfer ke Bank BCA yang salah nomor rekening, maka yang dipikiranku itu langsung hubungi CS     Bank BCA. Aku ceritain kronologinya dengan tenang walaupun agak panik. Kalian tau gak yang bikin aku greget itu apa? aku pikir selesai gitu kalau cerita kronologinya, ternyata aku diminta untuk dikirimkan dokumen. Jadi aku harus siapkan dokumen berupa Surat Pernyataan (kalau kita salah transfer dan bermaterai 6000), Bukti Transfer dan KTP yang kemudian aku kirim lewat email yang diminta. Setelah aku mengirimkan dokumen tersebut, aku langsung konfirmasi ke CS BCA kembali dan diminta untuk menunggu 20 hari kerja bisa jadi lebih cepat dan satu lagi BCA hanya digunakan sebagai mediasi yang tidak menjamin dana akan kembali (jadi aku harus nunggu 20 hari kerja dan itu belum pasti. sedih rasanya) tapi mau gimana lagi aku terus optimis kalau uangku bisa kembali.


2. Hubungi Customer Service Bank yang mentransfer.

Aku anaknya memang gak sabaran. Saking aku gregetnya, aku juga hubungi CS Bank Mandiri. Aku minta bantuan juga Bank Mandiri mungkin prosesnya langsung cepat. Ternyata Mandiri agak susah untuk lewat telefon jadi aku langsung datang ke Bank Mandiri yang kebetulan satu gedung dengan kantorku. Kalau di Mandiri aku hanya diminta data setelah itu aku disuruh menunggu kembali (yang begini nih yang bikin aku makin sedih).


3. Mengingat Kembali User yang bersangkutan.

Setelah itu aku gak tinggal diam lagi. Aku berusaha sebisa mungkin supaya uang ku kembali karena mengingat kembali yang jumlahnya tidak sedikit. Aku penasaran tentang user yang bersangkutan (orang yang menerima kesalahan transferku). Aku tidak punya kontak user tersebut kemudian aku cek history email ku dan ternyata aku menemukan data history yang sudah lama isinya sekitar tahun 2018 lalu dan itu history  email perjalanan menggunakan ojek online. Aku berusaha mengingatnya dan aku ingat! Aku pernah melakukan pembayaran ojek online lewat M-banking ku.

4. Hubungi Customer Service Ojek Online yang bersangkutan.

Setelah aku sudah ingat sedikit mengenai user yang bersangkutan, aku langsung hubungi Customer Service ojek online tersebut untuk aku minta nomor yang bisa dihubungi user yang bersangkutan tersebut dan lagi lagi aku diminta menunggu untuk meminta persetujuan user untuk bersedia diberikan nomor yang dapat dihubungi kepada ku. 

Nah, itu beberapa langkah yang aku ambil disaat aku salah transfer dan langkah tersebut selalu aku follow up kembali sampai aku dapat jawabannya. Jarak aku berniat untuk hubungi cs ojek online sekitar 2 minggu kemudian dan beberapa hari berikutnya aku dihubungi oleh cs ojek online yang mengatakan bahwa user bersedia untuk diberikan nomor yang dapat dihubungi dan aku seneng banget hehe. Disini itu aku harus bawel. Aku harus terus follow up ke CS BCA dan Mandiri karena mereka selalu saja memberikan jawaban "mohon ditunggu sampai batas yang diberikan yaitu 20 hari kerja" pokoknya aku harus bawel dan tetep optimis kalau uang ku dapat kembali.

Selain itu aku berharap juga user nya baik hati mau membantu aku buat mengembalikan uang ku walaupun aku agak sedikit merepotkan. Aku kemudian mulai chat user nya dan menceritakan kronologinya. Hingga pada akhirnya, user nya hubungi aku. Dia cerita kalau dia juga telah di hubungi cs ojek online dan juga cs Bank BCA. dan yang bikin aku senang, dia sudah melakukan transfer ulang dengan cara datang langsung ke Teller BCA. Tapi aku belum ada dihubungi oleh cs BCA nya. Aku pun mengucapkan terima kasih kepada user nya karena dia sudah mau melakukan pengembalian dananya.

Aku kemudian follow up kembali ke cs BCA nya dan menceritakan apa yang telah diberitahu oleh user nya kepadaku dan jawaban cs BCA itu katanya aku harus menunggu sampai dihubungi oleh cs BCA nya langsung. hmm agak sedikit kesel sih. Intinya itu, aku harus bawel. Kalian juga ya kalau nanti menghadapi masalah yang sama itu harus bawel. Kemudian beberapa hari berikutnya, aku dihubungi oleh cs BCA dan mereka bilang kalau user sudah melakukan pengembalian dana dan aku diminta untuk cek mutasi secara berkala. Langsung dong aku cek rekening ku melalui M-banking dan ternyata belum ada :(

Kesel aku sampai 2 hari, 3 hari, bahkan sampai 1 minggu tidak ada yang masuk. Aku hubungi bahkan sampai aku email cs BCA kembali dan jawabannya tetap sama "cek mutasi secara berkala" padahal tidak ada dana yang masuk. Aku pun langsung datang kembali ke bank mandiri yang satu gedung dengan kantorku dan dari sana aku dapat jawaban kalau ternyata ada kesalahan penulisan yang dilakukan oleh cs BCA dalam melakukan transfer. Ya ampun aku kesel banget disini. Beberapa hari kemudian, aku dihubungi oleh cs BCA dan Aku pun diminta untuk diberikan nomor rekening BCA ku karena di awal aku meminta untuk ditransfer kembali ke rekening mandiriku dan aku diminta untuk tetap menunggu sudah hampir sebulan :(

Aku hubungi user katanya dia sudah melakukan transfer balik. Aku sudah agak geram disini karena status pelaporan ku di BCA sudah closed karena user telah melakukan pengembalian dana. Aku kemudian segera hubungi cs BCA, aku menceritakan kembali sampai aku bilang "sampai kapan saya harus cek mutasi secara berkala" aku pun dihubungkan kepada pihak terkait dan mereka bilang ditunggu saat itu juga kalau pengembalian dana akan kembali. Seharian itu aku langsung cek rekeningku dan sampai sore hari nya, aku cek dan puji Tuhan uangku kembali. Aku kemudian langsung chat user untuk mengucapkan terima kasih dan maaf karena sudah merepotkan dan dia pun merespon dengan baik.

Ini chat ku kepada user yang baik hati :)


Dari kejadian ini, ada beberapa hikmah yang aku ambil :

1.   Aku bisa nabung!

Nah, ini yang aku bilang sesuai dengan judul. Aku bisa nabung. Bisa diibaratkan aku bisa menyisihkan uangku padahal sebulan itu banyak banget diskonan hehe 

2.  Orang baik masih ada.

Disini, aku percaya kalau orang baik itu masih ada dan memang untuk kasus ini kita harus optimis dan berpikir kalau orang yang bersangkutan atau user mau mengembalikan uangku walaupun agak merepotkan. Maaf ya, pak :)

3. Lebih hati-hati.

Sekarang aku mau lebih hati-hati lagi dalam transfer melalui M-banking atau ATM langsung. Gak akan mau lagi kejadian ini terulang. Susah dan agak ribet penyelesaiannya dan aku harus hapus history nomor rekening M-banking yang aku gak aku kenal.


Huuuhh, lega akhirnya. Perjuanganku gak sia-sia. Untuk kejadian ini kita hanya butuh modal sabar, berusaha, optimis dan berdoa. Hasilnya ya seperti aku, uang ku bisa kembali. Nah, segini dulu ya berbagi pengalamanku. Kalau kalian suatu saat nanti akan menghadapi kejadian seperti ini, setidaknya kalian ada bayangan apa yang harus kalian lakukan dan yang penting lagi "Don't be panic". Semoga bermanfaatnya. See yaaa :)


  

Senin, 21 Januari 2019

Pembawa Terang dalam #MillennialsMemilih Pilpres 2019




Di tahun 2019 ini ada yang sangat penting untuk negara kita, Indonesia. Yang kita tahu hari Kamis kemarin tepat tanggal 17 Januari 2019 adalah Debat Perdana Pilpres 2019 yang pertama. Aku disini tidak akan membahas politik karena aku juga tidak terlalu mengerti dengan dunia politik. Akan tetapi, disisi lain juga aku takut orang lain salah menilai. Aku memang tidak mengerti akan politik, tapi bukan berarti aku tidak peduli. 

Sebagai persiapanku untuk menentukan pilihanku tanggal 17 April 2019 yang akan mendatang, sebagai persiapan para Millennials untuk memilih, aku hanya ingin memberikan pandanganku sedikit mengenai Pilpres 2019. Terkadang aku sedih. Bukannya peran kita sebagai Millennials itu hanya memilih yang terbaik untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan bertanggung jawab untuk negera kita Indonesia? Tapi kenapa malah tidak sedikit yang saling menjatuhkan dan saling menjelekan satu sama lain. Yang sangat disayangkan itu menjatuhkan dan menjelekan di Media Sosial. 

Sebagian besar dari kita pun tahu, Media Sosial sangat besar pengaruhnya. Jika kita menebar berita positif, pasti berita positif tersebut yang akan tersebar. Begitu pun sebaliknya. Keterlibatan kita sebagai pengikut Kristus dalam Pilpres 2019 adalah menjadi pembawa terang. Menyebarkan berita yang positif pasti akan membawa terang dalam memilih pemimpin yang tepat untuk negara kita. Jangan saling menjatuhkan dan menjelekan. Cukuplah segala kekurangan-kekurangan disimpan didalam hati kita masing-masing. Tugas kita hanya berdoa serta memberi dukungan kepada apa yang sudah menjadi pilihan kita. 

"Memilih dengan damai serta menjadi pembawa terang untuk Indonesia karena itulah yang Allah inginkan". Mendoakan Indonesia supaya menjadi lebih baik. Siapapun pemimpin yang terpilih, yakinlah kalau itu sudah yang terbaik untuk Indonesia. Millennials memilih demi Indonesia menjadi lebih baik dan proses pemilihan pilpres 2019 berjalan dengan baik, Amin. Oh iya satu lagi, jangan sampai Golput ya. Satu suara itu pasti sangat berguna sekali. Tuhan Yesus memberkati.